PENGAKUAN DI ARENA SINODE
Ini tapak jalan yang pernah kulalui
Pada lima tahun lalu
Ketika suara memanggilku
untuk jalan bersama
Sekarang aku kembali ada di sini
Di arena yang sama: Sinode!
Aku mengulang perdebatan
Yang pernah terucapkan
Tentang mahalnya sekolah katolik
Tentang susahnya berevangelisasi
Ah...aku ada dalam bagian perdebatan itu
Sekarang aku kembali dibangunkan
Pada lima tahun lalu
Ketika suara memanggilku
untuk jalan bersama
Sekarang aku kembali ada di sini
Di arena yang sama: Sinode!
Aku mengulang perdebatan
Yang pernah terucapkan
Tentang mahalnya sekolah katolik
Tentang susahnya berevangelisasi
Ah...aku ada dalam bagian perdebatan itu
Sekarang aku kembali dibangunkan
Lima tahun lalu aku berteriak
Hai selaksa hamba Yesus
Mengapa kamu meninggalkan sekolah katolik
Pada hal itu adalah ladang anggur garapanmu
Dan mengapa engkau mencari ladang penyiapan bibit
Yang murah dan gratis
Aku mendesak hamba-hamba Yesus
Antarkan anakmu ke sekolah katolik
Karena di situ Yesus adalah penggarap
Dan kita semua meneruskannya
Hai selaksa hamba Yesus
Mengapa kamu meninggalkan sekolah katolik
Pada hal itu adalah ladang anggur garapanmu
Dan mengapa engkau mencari ladang penyiapan bibit
Yang murah dan gratis
Aku mendesak hamba-hamba Yesus
Antarkan anakmu ke sekolah katolik
Karena di situ Yesus adalah penggarap
Dan kita semua meneruskannya
Tapi...aku seperti Yudas Iskariot
Mengkhianati teriakan-teriakanku
Mengantar anak-anakku ke ladang murah
Meski aku sesungguhnya tahu
Di ladang itu Yesus bukan penggarap
Dan aku sungguh sangat sadar
Anak-anakku semakin menjauh dari altar-Mu
Tuhan, aku malu memandang wajah-Mu
Mengkhianati teriakan-teriakanku
Mengantar anak-anakku ke ladang murah
Meski aku sesungguhnya tahu
Di ladang itu Yesus bukan penggarap
Dan aku sungguh sangat sadar
Anak-anakku semakin menjauh dari altar-Mu
Tuhan, aku malu memandang wajah-Mu
Lima tahun lalu aku berteriak: Mari berevangelisasi!
Membawa wajah Yesus ke sudut-sudut bumi
Tetapi itu ternyata hanya teriakan
Seperti menghembuskan asap rokok
Yang mudah melenyap di perjalanan waktunya
Karena akupun tetap berjiwa pengecut
Dan roh kekuatan menjauh
Aku tidak berani bersaksi
Aku tenggelam di kubangan tawaran duniawi
Tuhan, aku malu memandang wajah-Mu
Membawa wajah Yesus ke sudut-sudut bumi
Tetapi itu ternyata hanya teriakan
Seperti menghembuskan asap rokok
Yang mudah melenyap di perjalanan waktunya
Karena akupun tetap berjiwa pengecut
Dan roh kekuatan menjauh
Aku tidak berani bersaksi
Aku tenggelam di kubangan tawaran duniawi
Tuhan, aku malu memandang wajah-Mu
Di arena sinode ini aku mengaku
Tuhanku, aku malu menjadi murid-Mu
Karena aku begitu gampang mengkhianati-Mu
Aku malu memandang wajah-Mu
Karena aku telah melukai lagi lambung-Mu
Enggan menggantikan tangan-Mu yang terluka
Tak mau mengganti kaki-Mu yang tertembus paku
Sekarang saatnya Engkau mengubahku
Jadikan aku menyangkal diri
Dan siap melaksanakan panggilan-Mu
Tuhanku, ini aku utuslah aku!***
Tuhanku, aku malu menjadi murid-Mu
Karena aku begitu gampang mengkhianati-Mu
Aku malu memandang wajah-Mu
Karena aku telah melukai lagi lambung-Mu
Enggan menggantikan tangan-Mu yang terluka
Tak mau mengganti kaki-Mu yang tertembus paku
Sekarang saatnya Engkau mengubahku
Jadikan aku menyangkal diri
Dan siap melaksanakan panggilan-Mu
Tuhanku, ini aku utuslah aku!***
Gereja MBSB 28 Nov 2017
Komentar
Posting Komentar