PADA REBA LELUHUR



Lelaki berbalut kain adat
Melantunkan mantra-mantra
Tentang kisah kehidupan
Turunan leluhur
Yang terwariskan

Perempuan tanpa gincu
Bibir merah sehabis menginang
Menari meliuk di senja
Melafalkan mantra-mantra  kehidupan
Perjalanan anak manusia

Anak-anak bertandang di barisan
Melingkar di tengah kampung
Kumandangkan syair suka duka
Bersahut-sahutan
Dan pedih perihku terlupakan

Pesta penuh makna
Merangkak menyusur malam
Hingga di ujung pagi
Melantunkan madah syukur
Kepada leluhur yang tetap  hidup.***

Maghilewa, Reba 27 Desember 1976

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SUATU PAGI DI CORNELIUS

SENJA DI KALI MADIUN

DOA MENJELANG PEMILU