PADA BATAS TERAKHIR




Ini terakhir kalinya
Aku berdiri di atas podium
Menghitung urat rambutmu
Yang  berkilau  dibalut butir keringatmu
Dan mendengar  suaramu
Yang berteriak: Merdeka!
Ketika kau mendaras  syair putih
Untuk  memuja  pahlawan tanpa gelar

Ini hari adalah catatan penutup
Ketika  bendera merah putih
Engkau gerek ke ujung tiang
Lalu suara-suara merdu mengalir dari jiwa
Dan senandung berkibarlah benderaku
Matamu tajam menatap langit
Membaca sejarah di celah awan
Aku membatin: Kau anak negeri ini!

Maafkan  aku
Karena  petualanganku belum berakhir
Meski engkau memberi harapan
Bicara dengan mata: Aku mencintaimu guru!
Sebab  nazarku harus kukejar
Walau harus sampai di ujung langit
Sebelum tulang belulangku remuk
Dan darahku membeku
Sebab sekarang  aku belum mati

Esok adalah  perpisahan
Kutinggalkan kenangan di teras sekolah ini
Akan kukendarai  kereta anganku
Menerjang  hari-hari yang  sudah pasti
Meski tanpa kepastian dimana mengasoh
Percayalah  aku akan selalu mengenang
Sepasang mata  bening
Mata jiwa milikmu.***

SMP Yos Sudarso Balung, 2 Mei  1986

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SUATU PAGI DI CORNELIUS

SENJA DI KALI MADIUN

DOA MENJELANG PEMILU