NGADA (2)
Ini tanah sakral
Leluhur tancapkan tombak pusaka
Untuk menyebut nama Ngadha
Ditoreh dengan darah korban
Dicatat dengan kalam kehidupan
Dipelihara dengan jiwa pengorbanan
Disuburkan dengan tetes keringat
Dan dipelihara dengan air mata cinta
Tanah ibu yang mengandung
Melahirkan pendekar yang perkasa
Tanah ibu yang menyusu
Lelaki-lelaki dan perempuan
Berdiri dengan kaki-kaki kokoh
Dengan tangan yang terus bergerak
Untuk mengubah sejarah
Dari generasi satu ke generasi lain
Tanah ini tanah tumpah darah
Tempat tonggak-tonggak kewibawaan
Ditancapkan pada setiap generasi
Yang menghimpun kekuatan jiwa raga
Untuk bertarung dengan perubahan
waktu
Generasi yang tak pernah gentar
Tak menyerah pada takdir
Generasi yang tak lelah menanam
Agar para pewaris dapat menuai
Ini tanah kita: Ngada!
Mutiara yang harus ditahtakan
Pada setiap mataraga kehidupan
Tertanam lekat menyatu
Pada
darah daging ragawi
Dan terikat erat pada tulang
belulang
Terbungkus kental dalam urat nadi
Tanah leluhur tempat kita memahat
Ukiran-ukiran segala pengabdian.***
Denpasar, 30 Agustus 2016
Komentar
Posting Komentar