MUSIM BADAI TELAH BERLALU
(Kepada sahabat yang bebas dari penjara)
Sayap-sayap kemerdekaanmu pernah mereka ikat
Dengan kawat baja yang tak mudah diputuskan
Jiwamu pernah mereka lilitkan temali kebencian
Berjuta sosok mengarakmu sebagai penjahat
Pada sepanjang ruas jalan ibukota
Tempat engkau menuangkan anggur kasih
Dan mereka pun ikut meneguknya
Engkau digiring ke ruang peradilan
Dengan lautan manusia mengawalmu
Bukan untuk membebaskanmu
Tetapi untuk berteriak: Penjarakan dia!
Dan ketika palu diketuk para yang mulia
Mereka yang mengawalmu bersujud syukur
Engkau pun mengenakan baju nara pidana
Yang kuingat dua tahun lalu
Adalah engkau tetap tersenyum
Pasti engkau pun membatin
Tuhan ampuni mereka
Sebab mereka tidak tahu apa yang diperbuatnya
Yang kulihat dua tahun silam
Adalah seluruh tubuh dan jiwamu
Yang dikuasai roh pengampunan
Engkau menerima penjara
Meski berjuta rakyat bertanya-tanya
Apa salahmu hingga engkau layak dipenjarakan?
Yang kulihat dua tahun lalu
Adalah jiwa besar dan ketaatan
Siap menyepi di penjara Mako Brimob
Menjalani hari-hari dalam permenungan batin
Dan engkau menjadi pemenangnya
Hari ini badai kebencian yang menerjangmu
Telah sampai di batas waktu
Engkau kembali ke kehidupanmu
Mengepak sayap kemanusiaan
Dan tak seorang pun berkuasa
Atas jalan kemedekaanmu
Hari ini engkau memulai menabur
Benih kemanusiaan di tanah ibu Pertiwi
Milik kita bersama
Denpasar, 24 Januari 2019
Dengan lautan manusia mengawalmu
Bukan untuk membebaskanmu
Tetapi untuk berteriak: Penjarakan dia!
Dan ketika palu diketuk para yang mulia
Mereka yang mengawalmu bersujud syukur
Engkau pun mengenakan baju nara pidana
Yang kuingat dua tahun lalu
Adalah engkau tetap tersenyum
Pasti engkau pun membatin
Tuhan ampuni mereka
Sebab mereka tidak tahu apa yang diperbuatnya
Yang kulihat dua tahun silam
Adalah seluruh tubuh dan jiwamu
Yang dikuasai roh pengampunan
Engkau menerima penjara
Meski berjuta rakyat bertanya-tanya
Apa salahmu hingga engkau layak dipenjarakan?
Yang kulihat dua tahun lalu
Adalah jiwa besar dan ketaatan
Siap menyepi di penjara Mako Brimob
Menjalani hari-hari dalam permenungan batin
Dan engkau menjadi pemenangnya
Hari ini badai kebencian yang menerjangmu
Telah sampai di batas waktu
Engkau kembali ke kehidupanmu
Mengepak sayap kemanusiaan
Dan tak seorang pun berkuasa
Atas jalan kemedekaanmu
Hari ini engkau memulai menabur
Benih kemanusiaan di tanah ibu Pertiwi
Milik kita bersama
Denpasar, 24 Januari 2019
Komentar
Posting Komentar