MIMPI KE TARASABI
Tarasabi aku sudah lama
Tak menjenguk jelitamu
Tak mengelus wajahmu
Bersimpuh di gua Bunda
Rakitan tangan-tangan pemahat
Dari debu abu dapur dan tanah
liat
Dari air ludah sirih
Dan puntung rokok daun koli
Bukit sunyi di pinggir kampung
Bunda merentang tangan
Menyapa anak telanjang dada
Yang sekedar melintas
Menggayung tetes air Waetena
Dan matamu memandang tajam
Ke puncak gunung Inerie
Seperti berbisik: Berdoalah
sejenak!
Tarasabi pada malam yang lewat
Singgah dalam mimpi
Tentang gua Bunda
Yang sepi tanpa pesiarah
Tanpa umat menyalakan seribu lilin
Tanpa mendaraskan doa Salam Maria
Sunyi tanpa lagu Ave Maria
Kecuali bekas pijakan kaki Uskup
Dan air berkat yang melekat di dinding gua
Oh, mimpi malamku
Membawa aku pada rindu
Ingin pulang untuk bersiarah
Sambil berserah diri
Bunda ini aku anakmu
Lelaki penakluk segala waktu
Peluklah aku dan dekaplah aku
Di bulan yang dipersembahkan
Untuk memuliakan keibuanmu.***
Denpasar, 19 Mei 2016
Komentar
Posting Komentar