MAWAR DI JALAN SERUNI
(Kepada seorang
Penyandang Cacat)
Senyummu memanahku
Sesak mendesak rongga
dadaku
Senyum milikmu
Dan detak nafasmu
mengalir
Seperti air di sungai
Berantas
Dan detak jantungmu
Mengikuti irama
hidupmu
Engkau tergolek di
kursi roda
Tapi bukan onggokan sampah
Kau adalah kehidupan
Walau tangan-tanganmu
layu
Dan kaki-kakimu tak mampu menopang tubuhmu
Aku tahu jiwamu
hidup
Dan engkau masih punya
rasa
Bersyukur pada waktu
milikmu
Sorot matamu yang
bening itu
Adalah sejuta
kata yang kau ucapkan
Terima kasih pada
pengasuhmu yang setia
Dan senyum di sudut
bibirmu
Adalah doa penuh
harapan
Suatu ketika Tuhan
menunjukkan mujizatNya
Dan kau bangkit
berlari sekencang angin
Sambil berteriak “Aku
berjalan”
Sebab bagi Tuhan
tak ada yang mustahil.***
Panti Asuhan Bhakti
Luhur Malang, November 1982
Komentar
Posting Komentar