MATA-MU



Mata-Mu itu selalu menikamku
Kau bidik jiwaku dari kayu silang
Dengan darah tiada henti  menetes
Dari kulit kepala yang tersobek
Aku tersungkur dalam mazmur  pagi
Jiwaku merintih pedih
Dosa-dosaku  sudah  Kau tulis dengan darah-Mu
Dan aku tak bisa munafik lagi

Sukmaku mengejar jiwaku
Menusuk hatiku kian gelisah
Memijat ubun-ubunku jadi memar
Dan aku tertegun  antara nyanyian masmur
Mengapa mata-Mu itu  selalu menikamku
Walau  Kau selalu lembut  menyapa
Dan tangan-Mu yang penuh darah
Seperti mengelus rambutku
Sambil berbisik: Bertobatlah!

Di doa pagi  ini aku berserah pada-Mu
Jika  tak ada lagi tempat yang pantas
Untuk kuteruskan  mimpi menggembur tanah
Menyuburkan ladang  anggur-Mu
Aku ingin berhenti  persis di persimpangan
Dan menunggu waktu untuk memutuskan
Ke tempat mana  aku  mengayun kekuatan
Sambil membawa semua kenangan
Sampai tiba  di titik terakhir kehidupan
Dan sekarang ini
Biarlah  kutitip gelisah di bola mata-Mu.***

Ritapiret, November 1987

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SUATU PAGI DI CORNELIUS

SENJA DI KALI MADIUN

DOA MENJELANG PEMILU