MATA BENING DI TERMINAL KOTA
Engkau berdiri di bawah terik matahari
Tepat di gerbang masuk terminal kota
Tanpa sandal jepit
Tubuhmu berbalut baju kumal
Rambutmu dibiarkan
terurai
Kau menadahkan tangan
Pada setiap orang yang
datang
Dan tersenyum ketika matahari
Makin membakarmu
Dan hentak suara menghinamu: Pengemis!
Kau hanya tersenyum
Gadis kecil di gerbang terminal kota
Kemarin pun aku melihat kau di sini
Mengulurkan tangan kecil pada sesama
Meminta belaskasih
mengalir dari hatinya
Ada hati seperti pintu rumah yang terbuka
Dia alirkan rahmat
kebajikan padamu
Ada hati yang tertutup
rapat
Dia hanya memandangmu dengan cemooh
Mendaras lagi kata tak sedap:Pengemis!
Kulihat kau tak pernah
marah
Rona wajah yang selalu pasrah
Karena mungkin nasib anak
negeri
Yang masih terlupakan
Harus berjuang dengan cara sendiri
Karena soal menyambung hidup
Selalu harus ada orang lain
Yang memiliki hati tulus memberi
Kau tampak menikmati kehidupanmu
Dan mata beningmu itu
Mungkin akan
membuatku mimpikan engkau
Di saat malam ini
tiba.***
Kota Jember, Juli 1984
Komentar
Posting Komentar