KETIKA PAHLAWAN MENGGUGATMU
Kutahu engkau pernah belajar sejarah
Tentang tumpahan darah dan tetesan keringat
Tentang luapan air mata dan taruhan nyawa
Tentang hilangnya harta benda dan harga diri
Ketika tanah ini dijajah dalam angka abad
Yah, kutahu engkau tidak buta sejarah
Tentang perjuangan para pahlawan
Tanpa senjata dan pesawat tempur
Semangat mereka adalah iman
Yang dituai dari ajaran agamanya
Tanpa keangkuhan
Tanpa kesombongan
Kutahu engkau pasti tahu juga
Pahlawan-pahlawan pejuang
Menebar semangat nasionalisme
Turun ke medan laga membawa nama
Indonesia satu padu
Tanpa sebutan apa agamanya
Tanpa tonjolkan dari mana asal pulaunya
Tanpa agung-agungkan apa sukunya
Karena di benak mereka hanya ada hasrat
Merdeka dan Indonesia berdiri kokoh
Untuk tak boleh digoyahkan lagi
Sekali merdeka tetap merdeka
Proklamator Bung Karno pun menebar
semangat
Indonesia satu dari Sabang sampai Merauke
Ia rumuskan butir-butir mutiara kehidupan
Ia kemas dalam falsafah pancasila
Ia gaungkan ke seluruh dunia
Agar dunia pun tahu
Bangsa ini dapat kokoh kuat
Di atas keanekaragaman
Tetapi tetap satu
Bhineka Tunggal Ika
Lalu mengapa kini kau tebarkan
Ulat-ulat pemakan daun-daun damai
Mengapa ucapan-ucapanmu penuh nafas benci
Mengapa kau tolak keragaman negeri ini
Mengapa kau meniup api intoleransi
Mengapa kau bermain politik panas
Dengan menggiring agama
Menjadi senjata mematikan persatuan
Memadamkan kesatuan?
Hai saudaraku , sadarlah, sadarlah
Negeri ini milik kita bersama
Tanah ini milik seluruh anak bangsa
Kita lahir dan hidup di tanah ini
Kita mati dan ditanam di pertiwi ini
Kita bukan pendatang
Yang mengemis suaka kebebasan
Kita adalah pemilik negeri tercinta ini
Maka bangunlah keadaban dan persatuan
Dan pahlawan-pahlawan kita
Tak lagi menggugatmu
Sebagai pecundang yang mengkhianati sejarah.***
Denpasar, 24 Juni 2016
Pada Suasana Bulan Bung Karno
Komentar
Posting Komentar