KEPADA PAHLAWAN BANGSA
Pada desing peluru
Dan dentuman meriam bertalu
Kau gelorakan sumpah:
Tak ada satu bangsat
Atau seribu keparat
Menyobek lembar hatiku
Mencabut akar nuraniku
Tidak, sekali lagi tidak!
Aku ingin merdeka
Untuk selamanya
Dan dentuman meriam bertalu
Kau gelorakan sumpah:
Tak ada satu bangsat
Atau seribu keparat
Menyobek lembar hatiku
Mencabut akar nuraniku
Tidak, sekali lagi tidak!
Aku ingin merdeka
Untuk selamanya
Di tengah letupan
bedil
Dan raungan pesawat tempur
Kau gelorakan sumpah:
Enyahlah kau setan-setan
Menyingkir kau berjuta lelembut
Sudah kubekap bibirmu
Tak akan kubiarkan
Kau mengisap darah
Anak-anak negeriku
Dan raungan pesawat tempur
Kau gelorakan sumpah:
Enyahlah kau setan-setan
Menyingkir kau berjuta lelembut
Sudah kubekap bibirmu
Tak akan kubiarkan
Kau mengisap darah
Anak-anak negeriku
Pada irama derap sepatu
Dan teriakan-teriakan menerkam
Kau gelorakan sumpah:
Pergi kau bedebah
Srigala liar bertaring tajam
Tak akan kubiarkan gigimu
Meremukkan tulang belulang
Warisan leluhurku
Dan teriakan-teriakan menerkam
Kau gelorakan sumpah:
Pergi kau bedebah
Srigala liar bertaring tajam
Tak akan kubiarkan gigimu
Meremukkan tulang belulang
Warisan leluhurku
Pada bumi berwajah mawar
Kukenang kisah perkasa
Kupinta padamu:
Ajar aku merajut cinta
Di bongkahan tanah subur
Mengubur tumpahan darahmu
Dan mendaraskan doa cinta
Padamu pahlawanku.***
Kukenang kisah perkasa
Kupinta padamu:
Ajar aku merajut cinta
Di bongkahan tanah subur
Mengubur tumpahan darahmu
Dan mendaraskan doa cinta
Padamu pahlawanku.***
Maumere, 10 November 1976
Komentar
Posting Komentar