KAU DALAM MIMPIKU



Sorot matamu menikamku
Seperti anak panah
Menembus relung-relung jiwa
Dan aku rebah di sudut bibirmu
Ketika  kau datang
Mengantar mimpi

Aku merindumu
Sepanjang waktu
Yang terus berlari
Mengapa  ada pertemuan
Dan setelah itu ada perpisahan?

Seharusnya malam ini
Engkau benar-benar  datang
Dan kita berpesta
Di lantai jubin yang retak
Seperti biasanya

Kulihat kau terbang
Semakin menjauh
Menyentuh langit biru
Dan hilang antara sejuta bintang
Kuharap esok malam
Kau tak lagi membuatku mendesah
Sebab aku sudah lelah
Merindumu.***

Balung, September 1984

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SUATU PAGI DI CORNELIUS

SENJA DI KALI MADIUN

DOA MENJELANG PEMILU