JEJAK (7)



Di Maghilewa
Masih ada bekas darah
Yang mengalir dari Rahim ibu
Ketika ia mengedan
Lalu kau dan aku
Pernah mendaraskan tangis pertama
Tanda kehidupan
Anak-anak titipan Tuhan

Di Maghilewa
Air susu ibu belum kering
Masih mengalir melimpah
Seperti mata air di wae tena
Telah membuat kau dan aku
Tumbuh menjadi pejuang
Untuk merajut kehidupan
Sambil menulis sejarah
Tapak-tapak jalan panjang

Di Maghilewa
Kau dan aku merasakan
Napas cinta  yang tak pernah padam
Yang terus menyala
Meski mereka telah tiada
Yang terus  menerangi lorong-lorong
Tempat kita telah lalui
Saat menjadi diri sendiri
Di Maghilewa ada sejuta jejak
Yang sukar untuk  dihapuskan.***

Denpasar, 10 Juli 2016


Komentar

Postingan populer dari blog ini

SUATU PAGI DI CORNELIUS

SENJA DI KALI MADIUN

DOA MENJELANG PEMILU