JEJAK (6)
Di Maghilewa
Kita pernah sujud
Pada pusara perempuan
Sang rahim yang pergi
Tanpa kita belai rambutnya
Tanpa kita kecup keningnya
Tanpa kita taburkan butir tanah
Saat jasad menyatu pada ibu bumi
Di Maghilewa
Kita pernah bersimpuh
Pada kubur lelaki
Sang perkasa pewaris sejuta aksara
Tentang arti hidup sebagai laki-laki
Tanpa kita genggam tangannya
Tanpa kita atur tutup kepalanya
Di Maghilewa ada seribu jejak
Orang-orang pengikat jiwa
Ada sejuta kata arif
Yang pernah kita dengar
Ada sejuta kenangan
Bertengger pada anak tangga batu
Semuanya kupungut lagi
Menjadi lagu pelipur lara
Saat perpisahan kita
Telah benar-benar menjadi
kenyataan.***
Denpasar, 9 Juli 2016
Komentar
Posting Komentar