JEJAK (4)
Di Maghilewa
Jiwa kita terlekat
Pada dinding-dinding rumah adat
Dan nama kita terukir di pohon
ngadhu
Biarpun tubuh kita
Terbang ke pulau terasing
Dan keringat kita tertetes di tanah
orang
Hati kita tetap di mataraga
Jiwa kita tertanam di kawapere
Kita dalam ikatan kasih semesta
Ke Maghilewa
Ada waktu kita pulang
Bermain dengan terang bulan
Pada
loka nua titipan leluhur
Kita bersila melingkar di teda sa’o
Dalam pesta agape
musiman
Mendengar kutipan syair kehidupan
Untuk bekal saat kembali lagi
Ke medan pertempuran hidup
Di Maghilewa
Kumpulan cinta tetap berakar
Sekokoh sa’o
adha
Sekekar ngadhu bhaga
Yang selalu membuat rindu
Dan
membisik tiada henti
Pulanglah untuk menyapa
Leluhur yang menyuburkan tanah
Dan
menyulut dian perdamaian
Dengan mereka yang telah tiada.***
Denpasar, 6 Juli 2016
Komentar
Posting Komentar