JEJAK (3)




Di Maghilewa
Tangis orok mendekap
Di sunyi malam
Pada kaki gunung
Di bukit batu
Tanpa sentuhan jemari perawat
Kecuali tangan kasar  dukun  tua


Dan kita  menyapa dunia
Bertarung antara hidup dan mati
Kita masih beruntung
Hidup dari air susu ibu
Yang mengalir melimpah
Dari tubuh yang kusut


Oh pengabdian perempuan
Tak ditakar dengan mata uang
Ia limpahkan semua cinta
Dan kita  tumbuh
Di tengah alam yang perkasa
Sampai suatu hari
Kita menjadi pintar
Mendengar kata hati.***

Denpasar, 4 Juli 2016


Komentar

Postingan populer dari blog ini

SUATU PAGI DI CORNELIUS

SENJA DI KALI MADIUN

DOA MENJELANG PEMILU