JEJAK (10)




Di Maghilewa
Mantra-mantra kebajikan
Didaraskan leluhur turun temurun
Masih terus menggema
Karena selalu diwariskan
Engkau dan aku
Ditahtakan di singgasana kebesaran
Dinobatkan menjadi anak adat
Yang menjaga wibawa para nenek moyang

 

Meski tubuh kita tidak di Maghilewa
Tetapi nurani kita melekat erat
Pada ukiran-ukiran penuh roh
Di rumah adat
Di Ngadhu bhaga
Di kawa pere
Dan menyatu erat
Pada atap rumah adat
Pada helai-helai ilalang tua
Yang yang meskipun tanpa mulut
Tetapi mengisahkan ragam petuah
Tentang arti hidup yang sesungguhnya 

 

Meski raga kita tidak di sini
Tetapi wajah kita tertanam
Pada mesbah watulanu
Pada batu-batu ture dan peo
Pada tanah coklat di loka nua
Kita tetap anak Maghilewa
Untuk selamanya

 

Di Maghilewa
Tangis perpisahan
Akan kutitip di mataraga
Agar setiap aku pulang
Kupandang bayangmu
Dalam balutan pakaian adat
Dan kau kuabadikan dalam sejarah
Meski tidak mengkultuskanmu
Sebab setiap generasi
Mesti lahir tokoh panutan
Dan engkau pada generasi kita.***

Denpasar, 20 Juli 2016

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SUATU PAGI DI CORNELIUS

SENJA DI KALI MADIUN

DOA MENJELANG PEMILU