DI TENGAH KABUT
Hari-hari ini menyapa
Dengan tarikan nafas ketakutan
Langit berselimut kabut hitam
Meski masih ada seberkas sinar
Dari matahari yang tersenyum
Menyapa anak manusia
Yang sedang bertarung
Dengan ragam kehidupan
Dengan tarikan nafas ketakutan
Langit berselimut kabut hitam
Meski masih ada seberkas sinar
Dari matahari yang tersenyum
Menyapa anak manusia
Yang sedang bertarung
Dengan ragam kehidupan
Tak ada pelangi
Yang memancarkan kepastian
Kecuali ada tetes air mata
Dari kumpulan orang
Yang ragu dan berharap
Bahwa lagu lamentasi
Masih lama diperdengarkan
Sampai tiba saat akhirnya requiem
Tak bisa lagi dihindarkan
Yang memancarkan kepastian
Kecuali ada tetes air mata
Dari kumpulan orang
Yang ragu dan berharap
Bahwa lagu lamentasi
Masih lama diperdengarkan
Sampai tiba saat akhirnya requiem
Tak bisa lagi dihindarkan
Tangan-tangan lemah ini
Selalu menadah curahan rahmat
Agar tak ada kehidupan yang dicabut
Dari lingkaran hidup generasi
Tetapi di antara tepi surga
Dan rahim dunia
Untaian doa penuh harapan
Senantiasa dipanjatkan
Agar tak ada perpisahan dini
Karena kami masih ingin bersama
Dalam kefanaan meski tak abadi.
Selalu menadah curahan rahmat
Agar tak ada kehidupan yang dicabut
Dari lingkaran hidup generasi
Tetapi di antara tepi surga
Dan rahim dunia
Untaian doa penuh harapan
Senantiasa dipanjatkan
Agar tak ada perpisahan dini
Karena kami masih ingin bersama
Dalam kefanaan meski tak abadi.
Denpasar, 29 2 2016
Komentar
Posting Komentar