DI PUSARAMU (1)




Pada batu nisanmu
Kulukiskan jalan berliku
Dengan luruh air mata
Kutulis  jejak yang tercipta
Pada separuh dari waktu

Mungkin kau kecewa
Atau kau tersenyum bangga
Ketika  anakmu tahu memilih
Antara  sujud pada kemunafikan
Atau  terjaga sebelum berkhianat

Di batu nisanmu
Kutulis sujudku padamu
Ibu, kau tetap matahariku
Yang  tak akan terbenam
Selalu bersinar  pada jiwaku.***

Maghilewa, Juli 1988


Di Pusara (2)

Di batu nisanmu
Aku lukiskan hasrat lelakiku
Tentang  bagaimana kehidupan
Aku tak bisa mendaras nira
Juga tak mampu mengayun cangkul
Seperti yang engkau wariskan

Engkau telah tuangkan hasratmu
Pada seluruh  tubuhku
Kau telah memecutku
Menjadi  pejuang tangguh
Menantang badai di paruh waktu

Berbisiklah ayah
Dan bakar aku dengan kata
Agar jiwaku terus terbang
Garang  menerjang waktu
Sampai kupetik buah kerinduan.***

Maghilewa, Juli  1988


Komentar

Postingan populer dari blog ini

SUATU PAGI DI CORNELIUS

SENJA DI KALI MADIUN

DOA MENJELANG PEMILU