DI DETIK RINDUKU

 

Engkau terbang terlalu jauh
Hingga menembus langit
Hilang sudah
Yang tinggal di sini
Kenangan

 

Yah, kenangan
Bandara
Jalan aspal
Pondok sederhana
Teras berjubin putih

 

Yang terekam kini
Kamar sederhana
Dan bayang tubuhmu
Senyum dan air mata
Canda dan tawa

 

Yang tinggal membekas
Ranjang putih
Kain gorden
Bau obat dan rasa sakitmu
Dan tubuhmu yang lemah

 

Yang kugenggam kini
Air mata saudaramu
Tangis sendu anak-anakmu
Lagu-lagu requiem
Dan doa-doa semesta

 

Ah, akan selalu kukenang
Uluran tangan sesama
Yang mengantarmu pulang
Hingga ke rumah abadi
Tempat diammu selamanya

 

Di detik ini aku rindu engkau
Duduk bersama
Bicara kehidupan
Ah...semuanya sudah hilang
Engkau terbang terlalu jauh.***

Denpasar, 14 Juni 2016

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SUATU PAGI DI CORNELIUS

SENJA DI KALI MADIUN

DOA MENJELANG PEMILU