DALAM DEKAPMU



Sekarang kutahu seutuhnya
Noda-noda hitam telah terhapus
Sebab telah kubuka kuburan hati
Yang menyembunyikan daftar dosa
Dari mata dunia
Meski kusadar seutuhnya
Engkau tak mungkin dibohongi
Karena Engkau melihatku
Tetap telanjang meski dibalut mantel baja
Yang tak tembus mata dunia

Dosaku
Kebohonganku
Kata-kataku yang setajam sembilu
Melukai sesamaku
Siraman ucapan menghancurkan
Telah kuserahkan padaMu
Pada pinggan pertobatan
Di bilik pengakuan
Kau pinjam tangan manusiawi
Mengabsolusi jiwaku
Dan aku bebas berlari
Di alas rumahMu

Bapa ya Abba
Masih ada seribu hari 
Yang harus kususuri 
Masih ada seribu gunung 
Yang harus kudaki
Masih ada seribu lembah
Yang harus kuturuni
Dan setan-setan menawarkan kemolekan
Menawarkan kehangatan dan kenikmatan
Kuharap Engkau memegang kendali
Karena aku bisa menjadi kuda liar
Yang dapat kembali merumput 
Di padang penuh azab mematikan

Ya Tuhanku
Kuharap Engkau selalu mendekapku
Pada setiap pacuan waktu
Semakin dalam dan semakin erat
Hingga aku mati rasa pada noda dosa
Dan tetap menjadi hambaMu
Yang tiada henti bertarung
Menjadi pemenang sejati
Atas kelemahan diriku.***

Denpasar, 4 Maret 2016


Komentar

Postingan populer dari blog ini

SUATU PAGI DI CORNELIUS

SENJA DI KALI MADIUN

DOA MENJELANG PEMILU