CATATAN DARI PANTAI
Sore tadi kita bernaung di bawah pohon beringin
Di belakang gedung tua
Menyaksikan
matahari terbenam di Ngalu Roga*)
Dan kau berdecak bertubi
Oh betapa indah
Kau tidak tahu saat itu
Aku menghujammu dengan belati hasrat
Yang lama tumbuh sejak di kota debu
Kau pasti tak merasakan
Karena kita tak pernah punya kesempatan
Untuk
berdua dalam senyap bumi
Ketika senja menyelimut pantai
Kita menikmati derai pecahan ombak
Buih putih menjilat pasir coklat
Kau melangkah ke rerimbun pandan
Melukis tapak kakimu yang telanjang
Dan aku ada di belakangmu
Menghitung lukisan terindah
Di rerimbun daun pandan
Pada akar yang membelit jiwa
Kau bersandar membiarkan rambutmu berurai
Dengan bola matamu yang bening menikam
Bibirmu mengalirkan kata maafkan aku
Itu sentuhan
jiwamu
Dan kau berterus terang
Bahwa aku
sudah terlambat memilikimu
Tak mengapa weta
Karena
jalan panjang masih terbentang
Kita masih ada di persimpangan
Dan entah kemana kita melangkah
Mendayung kehidupan masing-masing
Jika aku mencatatnya di sini
Karena hidup selalu ada sejarahnya.***
Pantai Aimere, akhir Januari 1978
Komentar
Posting Komentar