CATATAN ANAK NEGARA



Aku ini  anak  negara
Dari ratusan yang menimba kehidupan
Di negeri milik sendiri
Yang merindu pelukan  ibu pertiwi
Agar  selalu tersenyum setiap waktu
Tertawa  bersama  dalam keberuntungan
Menangis bersama dalam kemalangan
Menanam  jiwa  di tanah air sendiri
Dengan tangan saling berpegangan
Dari  ujung barat  hingga ujung timur
Dari pelosok utara hingga titik selatan

Aku anak bangsa ini
Lahir dari rahim ibu
Yang  menimba air susu
Dari sari tanah airnya sendiri
Aku bukan  hamba
Tidak lahir dari rahim perbudakan
Aku anak negeri yang merdeka
Pewaris petuah  kejayaan
Negeri yang tak boleh diperbudak lagi

Ini negeriku tanah airku
Bumi  leluhur warisan  turun temurun
Dengan taruhan  sejuta  nyawa
Gugur dalam lautan tumpah darah
Ini negeriku persadaku
Yang dibangun dengan darah dan air mata
Lahir dari tekad sekeras baja
Bersemi  karena jiwa pemberani
Karena tangan kekar yang setia
Mengasah ujung  tajam  bambu runcing
Dan tak gentar turun ke medan perang

Ini negeriku  tanah  pusakaku
Yang  bersemi pada setiap musim
Tanah yang memberi harapan
Merajut  masa kini dan masa depan
Membangun  cinta dan cita-cita
Merekat  jiwa  menjadi pejuang
Dengan  tameng  kesetiaan
Dengan tombak ketulusan
Untuk tetap  satu  kekuatan
Mengarungi  pergantian  jaman

Negeriku  ibu pertiwiku
Yang  merekahkan  senyum bangga
Ketika anak-anaknya berdiri  di bawah merah putih
Menyatukan  tekad membara
Sekali berkibar untuk selamanya
Ketika  anak-anak dengan dada membusung
Melantunkan syair-syair lagu
Satu Nusa: Indonesia!
Satu Bangsa: Indonesia!
Satu Bahasa:  Indonesia!
Ini  aku, anak sejati negeri Indonesia

Maka  kusampaikan  padamu
Anak-anak liar perusak perdamaian
Enyahlah  kau dari tanah airku
Wajah sangar  kaum teroris
Minggir  dari  bumi kami
Hati  batu tanpa detak kemanusaan
Pergi kau ke neraka
Karena negeri kami perlu satu tekad
Perdamaian!
Tanpa perlu pertumpahan darah.***

Denpasar, 16 Januari 2016


Komentar

Postingan populer dari blog ini

SUATU PAGI DI CORNELIUS

SENJA DI KALI MADIUN

DOA MENJELANG PEMILU