BAJAWA (2)
Aku rindu bukit-bukit
Berselubung mega
Menawar bunga dadap musim hujan
Dan pucuk labu jepang
Menebar molek
kuliner kampungku
Bajawa di masa itu
Ketika kau dan aku
Pada dunia anak yang indah
Bermain air di Wae Woki
Tanpa naluri kebejatan
Rindu Uma Moni yang hilang
Tempat aku menambatkan kuda hitam
Agar ia bebas meringkik
Meski malam disepuh embun dingin
Rindu kebun jagung di Bo Bou
Tempat kita duduk di pondok
Membakar jagung muda
Dan meneguk moke putih
Ah, aku rindu rumah bambu
Di terminal Ngedukelu
Tempat potongan-potongan cinta
Tersusun menjadi buku kehidupan
Menumbuk jagung goreng
Menjadi penganan di sunyi pagi
Meneguk kopi arabika
Sebelum matahari datang melawat
Aku rindu Bajawa
Kota membalutku dengan kasih
Menimba seruas bekal kehidupan
Sebelum benang petualangan
direntangkan
Bajawa, aku selalu ada dalam rentang
kisahmu
Meski ragawi
membumi di pulau seberang
Aku tahu di kota ini
Namaku tetap akan tertulis
Untuk selamanya
Tak akan terhapuskan.***
Denpasar, 23 Agustus 2016
Komentar
Posting Komentar