ANTARA KAU DAN AKU





Kau dan aku pernah tumbuh seperti kecambah
Di rumah pesemaian milik perempuan
Kita pernah lahir dari pintu surga
Dengan mengedan jiwanya
Kita pun mengasoh  di negeri fana
Dan selamanya pernah serahim

Sekarang  aku mengerti
Perpisahan  mungkin tak akan lama lagi
Meski aku berharap ada mujizat
Jika waktu yang kutakutkan datang
Aku harus melepasmu
Sebab tidak mungkin ada kematian
Yang  harus dikompromikan
Karena kita tak punya kuasa
Melebihi  kekuasaanNya

Engkau harus kuat
Seperti batu karang
Tegapkan jiwamu
Dan setiap rasa sakit yang mendera
Bisikkan ibu sang rahim
Agar  ia menyelubungmu
Dengan kasihnya

Kita  masih punya harapan
Karena esok masih  akan datang
Dengan  sejuta kisahnya
Dan  untai doa
Adalah  jalan lurus
Untuk  mengokohkan jiwa
Agar tak roboh dalam duka
Jika engkau benar-benar kalah
Dalam pertarungan yang melelahkan.***

Denpasar, 8 Mei 2016

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SUATU PAGI DI CORNELIUS

SENJA DI KALI MADIUN

DOA MENJELANG PEMILU