ANTARA ENDE MAUMERE



Antara Ende Maumere
Pesona menebar wewangi
Mata jiwa jelajah
Pada dinding bukit menawan
Dan curam terjal menggoda
Sungai keruh di bumi basah
Meliuk-liuk di bebatuan hitam

Pajangan jalan menanjak
Mengitari lereng perbukitan
Berkelok dan berlubang
Roda bis kayu merangkak
Mencumbu buih lumpur coklat
Penumpang menari pada derunya
Perjalanan melelahkan
Meski ada percikan nikmat
Bersanding antaranya

Antara Ende Maumere
Pucuk bukit gundul
Berselubung mega putih
Padang ilalang hijau mendayu
Hamparan sawah membulir
Kerbau merumput di lereng
Dan petani besiul di dangau

Dan setelah itu
Matahariku hilang
Beradu di kaki langit
Malam mengecup bumi
Dan perempuan menggigil
Memejam mata di gelap malam

Ketika sang surya menabur kota
Perempuan tersenyum
Melambaikan tangan dan pergi
Entah kemana
Ah, ini perpisahan
Yang tak perlu kutangisi***

Maumere, 8 Januari 1977

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SUATU PAGI DI CORNELIUS

SENJA DI KALI MADIUN

DOA MENJELANG PEMILU