AKU INI CUMA DEBU
Tuhan, Engkau kuak pintu hatiku
Menghapus butir-butir dosa
Dan Kau teteskan air penyejuk
Menyiram jiwaku
Yang lama berkelana
Di huma-huma penuh syahwat
Di ladang-ladang kemunafikan
Menjauh dari rumahMu
Menghapus butir-butir dosa
Dan Kau teteskan air penyejuk
Menyiram jiwaku
Yang lama berkelana
Di huma-huma penuh syahwat
Di ladang-ladang kemunafikan
Menjauh dari rumahMu
Kau hapus debu dekil
Yang lama membalut lembar hatiku
Kau buka kawat baja
Yang melilit jiwaku
Kau hapus semua noda hidupku
Setelah kulepas kepenatan
Di pangkuanMu
Dan Kau teteskan embun cinta
Di tahun kerahiman Ilahi ini
Yang lama membalut lembar hatiku
Kau buka kawat baja
Yang melilit jiwaku
Kau hapus semua noda hidupku
Setelah kulepas kepenatan
Di pangkuanMu
Dan Kau teteskan embun cinta
Di tahun kerahiman Ilahi ini
Tuhanku aku ini hanya debu
Yang akan kembali pada wujudnya
Tetapi aku percaya
Engkau ada di Tahun Kerahiman ini
Lebih dekat padaku
Dan menuntunku pulang
Ke luka lambungMu.***
Yang akan kembali pada wujudnya
Tetapi aku percaya
Engkau ada di Tahun Kerahiman ini
Lebih dekat padaku
Dan menuntunku pulang
Ke luka lambungMu.***
Kathedral Denpasar, 2 Maret 2016
Komentar
Posting Komentar