AIR MATA IMAN
Jika malam ini kuteteskan air mata
Itu karena aku tahu
Bahwa aku harus merelahkanmu
Pergi untuk tak kembali
Dan memahami makin mendalam
Bahwa kematian adalah rahmat
Dan bukan kedukaan
Jika ada sejuta bulir air mata
Tertumpah malam ini
Itu telah kupahami
Sebagai air mata iman
Ketika aku bukan lagi belajar mengerti
Tetapi aku benar-benar mengerti
Bahwa kematian adalah mujizat besar
Yang Tuhan tampakkan kuasaNya
Jika malam ini ada tangis
Itu kupahami bukan tangis pedih
Tetapi bunga rindu yang mekar
Karena aku tahu
Perjumpaan kita nanti
Mungkin sesaat lagi
Atau mungkin masih lama
Aku harus menanti saatnya tiba
Entah sampai kapan
Ah, sekarang juga
Kuhapus air mata
Kuganti dengan seutas senyum
Sambil melantun doa untukmu
Lalu menulis di lubuk jiwa
Engkau sudah sebulan
Membawa pergi senyummu
Meski kenangan tinggal di sini
Selamat malam KA'E!
Denpasar, 1 Juli 2016
Satu bulan kepergianmu
Komentar
Posting Komentar