HILANG
Kau lihat burung-burung mungil
itu
Menjadi mahluk setengah gila
Mencari rumah yang hilang
Digusur taring-taring kekuasaan
Tak ada lagi dahan-dahan hijau
Dan ranting-ranting pun telah rontok
Mereka menggugatmu
Dimana kuletakkan sarangku?
Menjadi mahluk setengah gila
Mencari rumah yang hilang
Digusur taring-taring kekuasaan
Tak ada lagi dahan-dahan hijau
Dan ranting-ranting pun telah rontok
Mereka menggugatmu
Dimana kuletakkan sarangku?
Burung-burung setengah gila
Meratap perangai penguasa gila
Yang bicara keadilan
Sambil mengayun kapak
Menebang pohon kehidupan
Karena tergoda montoknya payudara
Para pelacur negeri yang menjual diri
Ke negeri seberang laut
Meratap perangai penguasa gila
Yang bicara keadilan
Sambil mengayun kapak
Menebang pohon kehidupan
Karena tergoda montoknya payudara
Para pelacur negeri yang menjual diri
Ke negeri seberang laut
Burung-burung negeri kesasar
Tanpa liang tempat membirahi
Meletakkan telur masa depan generasinya
Predator-predator bermata tajam
Siap memangsanya
Penguasa cuma mengusap air mata duka
Dan para wakil menyebutnya dalam pidato
Membiarkan mereka mati kelaparan
Tanpa liang tempat membirahi
Meletakkan telur masa depan generasinya
Predator-predator bermata tajam
Siap memangsanya
Penguasa cuma mengusap air mata duka
Dan para wakil menyebutnya dalam pidato
Membiarkan mereka mati kelaparan
Hutan makin langka
Pohon-pohon telah lenyap
Tiang-tiang beton pun angkuh
Tanpa liang untuk burung dara
Bermain cinta di kamar mewah
Bahkan singgah sejenak di bubungan
Disemprot dengan pestisida
Ditodong dengan bedil
Karena istanamu bukan istananya
Pohon-pohon telah lenyap
Tiang-tiang beton pun angkuh
Tanpa liang untuk burung dara
Bermain cinta di kamar mewah
Bahkan singgah sejenak di bubungan
Disemprot dengan pestisida
Ditodong dengan bedil
Karena istanamu bukan istananya
Oh, tanah leluhurku
Kau gadaikan untuk menggapai mimpi
Hilang ranting-ranting perdu
Kering daun-daun belukar
Kerontang pucuk-pucuk semak
Hanya istana megah angkuh mencibir
Berteriak: Aku ada di sini tapi bukan milikmu
Karena tanah ini sudah kau gadaikan
Untuk mengganjal perutmu yang lapar.***
Kau gadaikan untuk menggapai mimpi
Hilang ranting-ranting perdu
Kering daun-daun belukar
Kerontang pucuk-pucuk semak
Hanya istana megah angkuh mencibir
Berteriak: Aku ada di sini tapi bukan milikmu
Karena tanah ini sudah kau gadaikan
Untuk mengganjal perutmu yang lapar.***
Denpasar, 5 Juni 2015
Komentar
Posting Komentar