SUARA PAHLAWAN



Dulu kami berjuang tanpa merah putih
Tanpa burung garuda
Tanpa Bhineka Tunggal Ika
Tulang belulang leluhur 
Adalah kebanggaan suku-suku
Yang hanya dikenang pewaris tahta

Dulu kami berperang dengan tekad membaja
Tanpa desingan meriam
Tanpa angkutan personil berlapis baja
Tanpa kendaraan tempur lapis baja
Tanpa kendaraan baja beroda rantai
Tanpa senjata dan meriam
Kami hanya punya bambu runcing
Atau parang dan tombak
Dan semangat yang berkobar

Dulu kami bergerilya di hutan belantara
Kami gugur berkalang tanah
Tak ada pusara mewah megah
Tanpa taburan bunga
Tak ada upacara pemakaman
Kubur kami berserakan di mana-mana
Tanpa sebuah nama

Itu kisah masa lalu
Ketika sumpah belum terucapkan
Sebab ketika fajar Boedi Oetomo tak bisa lagi dihadang
Dan sumpah orang muda tak bisa diempang
Kami bangkit dari kesendirian
Berjuang di bawah panji nasionalisme
Satoe tanah air
Satoe bangsa
Satoe bahasa
Indonesia
Dan kita merdeka

Kini kami adalah sejarah
Syukur kalau kamu masih ada waktu
Untuk mengenang
 
Kini kami bergelar pahlawan
Dan sejuta jasa tanpa tanda jasa
Meski dari tempat kami berteduh
Melihat kalian berkhianat
Pada lautan darah pejuang

Hai anak cucu pewaris tahta bangsa
Banggalah pada negerimu
Bangkit dan kibarkan semangat
Kuatkan jiwa nasionalismu
Berdiri kokoh di bawah panji merah putih
Gelorakan lagu kebangsaanmu
Cintai tanah airmu
Pertahankan bangsamu
Hargai bahasamu
Pakailah baju emas bhineka tunggal ika
Selalu menunggang Garuda
Dan kau akan menjadi kesatria

Katakan kepada dunia 
Bahwa kamu pewaris Indonesia
Yang tak mau menggadai harga diri
Dan menjual harkat dan martabat
Berteriaklah agar jagat tercengang
Agar mereka tahu
Bahwa engkau anak Indonesia
Yang gagah perkasa
 
Menggenggam tanah airmu
Sampai kapanpun
Selamanya.***
Denpasar, 20 Mei 2015
Peringatan Harkitnas ke-107

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SUATU PAGI DI CORNELIUS

SENJA DI KALI MADIUN

DOA MENJELANG PEMILU