FIRDAUS ITU MILIKMU



Delapan tahun cuma sepotong ziarah
Tetapi menggoncang dunia
Kepergianmu diiringi tangisan
Dan untaian bunga warna-warni
Litania doa tercurahkan
Dari sejuta lembar hati
Yang diiris sembilu 

Doa-doa terbang bersamamu
Untukmu anak pelangi
Anak semua bangsa
Yang dilaknat
Telapak kecilmu menulis jejak
Di ruas jalan Sedap Malam
Melintas Jalan Hangtuah
Akan menjadi sejarah

Tubuh mungil terpanggang matahari
Sang surya menerpa wajahmu
Ketika kau mengayun langkah
Pada sepenggal waktu
Belajar membaca dan menulis
Tentang kehidupan
Hidup pada waktumu
Masa indah yang terenggut
Oleh kerakusan
 
Dan kelaliman

Engkau tidur di kesendirian
Pada rentang siang dan malam panjang
Pada tiga minggu yang sunyi
Tanpa alas tikar
Tanpa lentera
Entahkah kau mendegar
Suara hiruk pikuk mencarimu?

Entahkah engkau melihat
Air mata luruh dari wajah munafik?
Orang-orang yang mengaku mencintaimu
Temanmu sebuah boneka
Kau pun tak merasakan desir angin
Menyapu daun pisang kepok
Karena tidurmu bukan maumu

Dunia menangisimu
Negeri kita berkabung
Betapa singkatnya kisah yang kau rajut
Kekuatan murka mengakhiri ziarahmu
Kau malekat kecil di tengah negeri yang dahaga
Namamu akan menjadi monumen
Untuk mengajar para predator
Bagaimana mereka menghargai kehidupan

Kini kau telah tidur pulas
Di bumi Blambangan warisan leluhurmu
Tidurlah dalam pelukan bumi pertiwi
Karena di pusara itu ragamu dititipkan
Dan jiwamu kini dalam pelukan
Ditimang para malekat surgawi
Kau telah mendapatkan kelimpahan harta
Yang tak pernah akan diperebutkan

Tidurlah....tidurlah Angelina
Hingga tiba saatnya
Kebangitan akhir jaman datang
Dan kau ada di barisan para kudus
Karena firdaus itu milikmu***
Denpasar, 18 Juni 2015

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SUATU PAGI DI CORNELIUS

SENJA DI KALI MADIUN

DOA MENJELANG PEMILU