PANCASILA SAKTI



Siapa bilang Tuhan telah mati?
Tuhan hadir di segala tempat
Ada di segala waktu
Namanya semerbak dari kubah mesjid
Mewangi dari candi gereja
Harum dari seribu pura
Megah dari kesakralan kuil
Indah dari pernak-pernik klenteng
Tuhan hidup di negeri sejuta pulau
Berjaya di bumi Nusantara
Dalam keragaman
Menyatu dalam asma 
Ketuhanan yang Maha Esa


Ini tanah air warisan leluhur
Yang direbut dengan taruhan darah
Dirampas dengan tadahan nyawa
Di atas wadas batu karang
 
Kokoh dirikan negeri
 
Dengan nama besar Indonesia
Dalam pilar kemanusiaan
Yang adil dan beradab


Negeri kita bersama
Mata rantai yang tak terputuskan
Membentang dari barat ke timur
Membujur dari utara ke selatan
Satu negeri sejuta warna
Beragam bahasa
Berbeda agama
Bermacam budaya
Terekat dalam satu bingkai
Persatuan Indonesia


Kita bukan bangsa liar
Bukan kumpulan binatang belantara
Yang hidup tanpa aturan
Kita ini rakyat
Yang siap dipimpin
Dengan hikmat dan kebijaksanaan
Dalam musyawarah
Dan perwakilan


Ini negeri kita
Negeri bertabur emas berlian
Bumi hijau bidadari segala musim
Tanah air ramah menawan
Di tanganmu hai pemimpinku
Dan di pundakmu hai para wakilku
Bawalah kami ke gerbang sejahtera
Agar segera menikmati keadilan sosial
Bagi seluruh rakyat Indonesia.***
Denpasar, 1 Juni 2015
Pada Hari Lahir Pancasila

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SUATU PAGI DI CORNELIUS

SENJA DI KALI MADIUN

DOA MENJELANG PEMILU