SUATU SUBUH DI MADIUN
Ini rindu terpendam
Pada tapak terjejak di bumi
Bintik-bintik kenangan
Menyeruak dari langitmu
Kota penuh kenangan masa lalu
Pada kisah yang masih tergores
Di lembar sukma
Pada tapak terjejak di bumi
Bintik-bintik kenangan
Menyeruak dari langitmu
Kota penuh kenangan masa lalu
Pada kisah yang masih tergores
Di lembar sukma
Burung pagi bersiul
Seperti melodi tanpa cela
Seolah mengucap sajak
Selamat datang di cacatan sejarahmu
Aku di sini Madiun
Setelah jedah panjang
Menjengukmu lagi
Seperti melodi tanpa cela
Seolah mengucap sajak
Selamat datang di cacatan sejarahmu
Aku di sini Madiun
Setelah jedah panjang
Menjengukmu lagi
Rinduku adalah doa
Yang kusimpan di urat nadi
Mengalir menggetarkan
Aku masih waras
Untuk melafal namamu
Madiun, yah Madiun
Yang kusimpan di urat nadi
Mengalir menggetarkan
Aku masih waras
Untuk melafal namamu
Madiun, yah Madiun
Di subuh ini aku di sini
Bersamamu meski sejenak
Lalu kembali terbang
Seperti burung pelikan.***
Bersamamu meski sejenak
Lalu kembali terbang
Seperti burung pelikan.***
Madiun, subuh 29 Mei 2015
Komentar
Posting Komentar