SEBUAH MALAM DI SURABAYA



Menyusur malam di Surabaya
Lampu kota menyapa
Selamat datang petualang
Eluslah wajahku
Seperti tempo hari
dua dasawarsa
Aku semakin dewasa

Ini raut jiwaku
Terelus tangan ibunda
Jemari perempuan melentur
Menulis kisah pada sejuta jiwa
Yang setia padanya
Mengajar tersenyum
Pada pejalan yang melintas

Perempuan menunggu di taman kota
Tanpa rasa gundah
Kota ini yang ramah
Lelaki pengayuh becak
Melambaikan tangan
Menawar jasa
Dan berpasrah
Ketika angin terus berlalu

Ini malam di Surabaya
Di ruas jalan tanpa sunyi
Kehidupan yang bergerak
Denyut jantung yang berpacu
Dengan waktu
Tanpa saling menodai kemanusiaan

Surabaya malam ini seperti menyapaku
Aku tak tahu yang kemarin
Tapi tangan perempuan masih mengelus
Dan selaksa anak cucu
Masih mencinta.***
Surabaya, malam 28 Mei 2015

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SUATU PAGI DI CORNELIUS

SENJA DI KALI MADIUN

DOA MENJELANG PEMILU