MENGENANG BAPAK BEN MBOY



Lintasan  jalan yang engkau tempuh
Sudah cukup panjang
Engkau lewati tapak yang lurus
Dan susuri seribu kelok
Terkadang berdiri di bibir jurang
Atau melangkah di tanah rata
Tanpa keluh kesah
Tanpa air mata
Karena jiwamu telah ditempa
Menjadi kuat seperti batu karang

Jalan panjang telah engkau lalui
Dari kampung lereng gunung
Hingga pemukiman tepi pantai
Dari kota sapuan embun
Hingga hingar bingar metropolitan
Dari pulau  anak telanjang
Hingga benua  hiruk pikuk
Jejakmu telah terlukis sendiri
Dan dunia tak akan memungkiri


Jalan desa berkerikil
Melukiskan tapak kakimu
Menjadi kenangan
Sudut  kota  Jakarta 
Membungkus usia mudamu
Engkau membalut luka jelata
Dan memanggul senjata
Terjun ke medan juang
Untuk negeri ini


Jalan pulang ke rahim ibu
Tercatat dalam sejarah
Ketika kau panggul seribu pulau
Di  negeri yang berkelimpahan
Tanah leluhur yang tidur pulas
Dan mata air dari liang gunung
Yang dibiarkan mengalir ke laut lepas

Kau meratap sejuta anak daerah
Yang selalu lapar pada kemaraunya
Kurang gizi di masa paceklik
Pedih perih menatap sejuta tangan
Yang tak malu lagi
Pada budaya dhagha*) dan ngende*)
Terenyuh menyaksikan seribu jiwa
Yang  meratapi kemiskinan

Engkau  bangun dan turun ke ladang
Ke pematang  sawah
Datang ke huma di lereng  bukit
Menjenguk rakyat di pondoknya
Yang membungkus tubuh dengan mantel
Membiarkan matahari terus berlari
Engkau didik mereka untuk menanam

Engkau sajikan operasi nusa makmur
Engkau tawarkan operasi nusa hijau
Engkau galakkan gerakan cukup pangan
Engkau kuatkan ekonomi kerakyatan
Engkau berantas budaya dhagha dan ngende
Engkau jadikan berjuta rakyat
Menjadi mahluk yang bermartabat
Di tanahnya  sendiri

Mungkin tidak cukup tempat
Untuk kutulis jejakmu
Hanya pada baris-baris puisi
Tetapi di benak  setiap orang pada masamu
Menulis namamu di lembar hatinya
Nama Aloysius Benediktus Mboy
Semerbak dupa cendana
Seharum kopi arabika
Di lereng gunung benteng kotamu

Kini jalan pulangmu tak berkelok lagi
Tak  perlu  engkau lalui padang yang luas
Atau meniti di tepi jurang
Karena engkau sendiri telah mendirikan jembatan iman
Dan anak tangga dari pengabdianmu
Engkau telah sampai ke tempat abadi
Selamat jalan Ben Mboy
Namamu terukir di seribu pulau
Nusa Tenggara Timur.***

Denpasar, 23 Juni 2015

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SUATU PAGI DI CORNELIUS

SENJA DI KALI MADIUN

DOA MENJELANG PEMILU