KEPADA SAHABATKU IPUNG
Kau harus ikat jiwamu
Dengan temali besi
Agar tak mudah diremukkan
Oleh teror para pesihir
Yang mengais rejeki
Dari butiran dosa-dosa
Dan kebiadaban
Dengan temali besi
Agar tak mudah diremukkan
Oleh teror para pesihir
Yang mengais rejeki
Dari butiran dosa-dosa
Dan kebiadaban
Kau harus merekat jiwamu
Dengan satu gunung imanmu
Agar suara yang menderamu
Terbang berlalu di awang-awang
Dan kau tetap kokoh berdiri
Berjuang demi kemanusiaan
Dengan satu gunung imanmu
Agar suara yang menderamu
Terbang berlalu di awang-awang
Dan kau tetap kokoh berdiri
Berjuang demi kemanusiaan
Kau harus balut tubuhmu
Dengan semangat membara
Agar caci maki dari mulut berbusa
Tak menggoyahkanmu
Dan suara-suara penari liar
Tak akan melukai hatimu
Dengan semangat membara
Agar caci maki dari mulut berbusa
Tak menggoyahkanmu
Dan suara-suara penari liar
Tak akan melukai hatimu
Ipung
Kau teruslah berdiri tegak
Menyangga bumi dan langit
Agar menurunkan hujan keadilan
Karena anak adalah masa depan
Dan kehidupan mereka adalah hari esok
Yang tak boleh dirampas dan dipatahkan
Oleh keangkaramurkaan
Kau teruslah berdiri tegak
Menyangga bumi dan langit
Agar menurunkan hujan keadilan
Karena anak adalah masa depan
Dan kehidupan mereka adalah hari esok
Yang tak boleh dirampas dan dipatahkan
Oleh keangkaramurkaan
Jangan berhenti berteriak
Karena ketika diam bumi bisu
Jangan berhenti bersuara
Karena ketika diam bumi mandul
Jangan takut pada parang dan tombak
Pada anak panah atau bahkan butiran peluru
Karena nyawa pejuang kebenaran
Selalu menjadi taruhan
Karena ketika diam bumi bisu
Jangan berhenti bersuara
Karena ketika diam bumi mandul
Jangan takut pada parang dan tombak
Pada anak panah atau bahkan butiran peluru
Karena nyawa pejuang kebenaran
Selalu menjadi taruhan
Ipung
Jangan berhenti bersenandung
Untuk sejuta anak
Yang jiwa raganya masih terancam
Karena pembebasan akan datang
Jika masih ada yang meradang
Dan selalu geram pada ketakadilan
Kutahu Tuhan mencacat namamu
Di telapak tanganNya
Dan kau akan mendapat ganjaran.****
Jangan berhenti bersenandung
Untuk sejuta anak
Yang jiwa raganya masih terancam
Karena pembebasan akan datang
Jika masih ada yang meradang
Dan selalu geram pada ketakadilan
Kutahu Tuhan mencacat namamu
Di telapak tanganNya
Dan kau akan mendapat ganjaran.****
Denpasar, 19 Juni 2015
Komentar
Posting Komentar