MENEMBUS DUNIA




Tempo hari kulihat kau
Seperti anak pipit putih
Yang lelap dalam timangan
Tanpa sayap yang kokoh
Kau tak bisa terbang ke langit biru
Dan ayah ibumu seperti para induk 
Yang selalu setia mengawalmu
Ke mana saja engkau meloncat
Dari satu ranting ke ranting lain
Mereka selalu mengingatkanmu
Hati-hati nanti kau diterkam
Predator yang berkeliaran

Beberapa waktu kemudian
Kulihat kau bukan lagi burung pipit
Kau berubah wujud jadi merpati
Terbang bebas di langit jingga
Bersama pesaing-pesaing mengejar impian
Sayap-sayapmu mulai kokoh
Kau tidak lagi meloncati ranting-ranting
Tetapi bertengger di pucuk beringin
Yang tumbuh perkasa menghadang badai
Di belakang kampung ayahmu
Kau melesat ke puncak Inerie
Dan memutari kawah Ebulobo
Ayah ibumu tak lagi mengingatkanmu
Dengan segenggam bara kata
Mereka menemanimu dengan seikat kembang doa

Hari ini kulihat engkau
Seperti rajawali betina yang perkasa
Dengan kepakan sayap yang menghentak
Kau tidak lagi bertengger di pucuk beringin
Tidak pula melesat di puncak Inerie
Kau pun tak lagi mengitari kawah Ebulobo
Sayap-sayapmu sudah terlalu kokoh
Kau tak bisa lagi hanya terbang di negeri ini
Sebab ayah ibumu pun tak kuasa
Mengikat tubuh dan jiwamu
Meski dengan seutas rantai emas

Hari ini kulihat engkau
Adalah garuda negeri kita
Yang menyeberangi samudera luas
Dan menjejak telapak kakimu pada benua
Lalu kepal tanganmu menepuk dada
Ini aku Kartini Indonesia
Akan kukatakan pada dunia
Bahwa Indonesia berjiwa kesatria
Dan Flores bukan negeri tertindas
Oleh fatwa kebodohan
Kami bisa bicara di segala tempat
Sebagai orang-orang cerdas
Dan bermartabat.***
Denpasar, 19 Mei 2015

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SUATU PAGI DI CORNELIUS

SENJA DI KALI MADIUN

DOA MENJELANG PEMILU