JIKA AKU ADALAH
Jika aku adalah pendaki
Puncak gunung itu sudah terlampaui
Aku sedang berjalan turun
Menuju ke lereng-lereng
Ke kaki bukit
Setelah itu tinggal sebuah nama
Puncak gunung itu sudah terlampaui
Aku sedang berjalan turun
Menuju ke lereng-lereng
Ke kaki bukit
Setelah itu tinggal sebuah nama
Jika aku adalah pelari
Garis finis itu sudah terjangkau
Aku sedang berjalan pulang
Sambil menghitung jejak
Yang tidak pernah abadi
Dan mewariskan kata-kata
Yang tak pernah mati
Garis finis itu sudah terjangkau
Aku sedang berjalan pulang
Sambil menghitung jejak
Yang tidak pernah abadi
Dan mewariskan kata-kata
Yang tak pernah mati
Jika engkau adalah pendaki
Di lereng-lereng ada tegalan subur
Yang memberimu seutas waktu
Mengayun cangkul
Menanam biji sesawi
Agar tumbuh tunas-tunas
Dan melahirkan buah-buah bernas
Jika engkau adalah pelari
Garis finis adalah mimpi
Engkau baru mengayun langkah
Memulai pertarungan
Dan di dadamu ada gelora nafsu
Menjadi pemenang sejati
Garis finis adalah mimpi
Engkau baru mengayun langkah
Memulai pertarungan
Dan di dadamu ada gelora nafsu
Menjadi pemenang sejati
Jika engkau terus berlari
Berlarilah ke kaki langit
Sambil menebar benih-benih
Dari lentik lentur jemarimu
Agar bila sampai waktu engkau pulang
Ada yang engkau titipkan
Pada jiwa-jiwa yang mencintamu.***
Berlarilah ke kaki langit
Sambil menebar benih-benih
Dari lentik lentur jemarimu
Agar bila sampai waktu engkau pulang
Ada yang engkau titipkan
Pada jiwa-jiwa yang mencintamu.***
Denpasar, 24 Mei 2015
Kepada penyair muda Jatijagat KMP
Kepada penyair muda Jatijagat KMP
Komentar
Posting Komentar