KEPADA SAUDARIKU TERCINTA




Rumahku
Rumahku di lereng gunung
Adalah tiang-tiang batu gunung
Dinding-dinding dari bilah kayu
Dan alang-alang peneduh
Lambang keagungan karya tangan terwariskan
Dan roh leluhur bersemayam padanya
Rumahku di Maghilewa
Adalah jiwa-jiwa pewaris kebajikan
Pada seluruh sudut terlukis wajah-wajah sakral
Dan titah nenek moyang
Agar anak cucu mematuhi hidup
Penuh bakti dan matiraga
Rumahku di kampung sunyi
Kokoh tak goyah diterjang taufan
Istana para leluhur yang terus hidup
Oh...aku pasti akan pulang
 
Menggelar upacara
 
Dan persembahan sesajen
Untuk sebuah penghormatan
Rumah adat di lereng Inerie
Leluhurku hidup dan bersemayam
Kutahu dari rumah ini
 
Tangan-tangan mereka terentang
Menjamah seluruh anak cucunya
Yang terpisah dari mataraga
Dan ada dimana-mana
Kutahu leluhurku ada di sini
Tempat aku mengasoh
Dalam ziarah dan kelana
Menyulam rinduku
Pada kampung warisan
Pujangga-pujangga pujaanku.***
Denpasar, 6 Juli 2015
Ketika rindu kampung memuncak

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SUATU PAGI DI CORNELIUS

SENJA DI KALI MADIUN

DOA MENJELANG PEMILU