TETAP TEGAR
Seperti tegarnya gunung di ubun-ubun kampungku
Aku ingin tak seorang pun menggoyahkan jiwaku
Biarpun sejuta badai menggempurku
Aku tegar seperti dinding bumi
Tak akan roboh dan hilang musnah
Jiwaku batu gunung
Yang mengalir dari rahim ibu
Hatiku batu kali yang melesat dari rongga cinta
Tubuhku batu pantai yang terbentuk oleh kuatnya pengharapan
Aku akan ada tanpa tergoyahkan
Aku akan tegap berdiri di bumi
Tegar seperti lontar tua di gerbang kampung
Sederhana tanpa berkelimpahan
Tapi membagikan madu manis
Dari mayang-mayang mekar
Agar selalu ada catatan penutup
Yang menghelakan napas
Dan meneteskan butir-butir rindu
Denpasar, 5 Maret 2019
Komentar
Posting Komentar