JEJAK YANG KEKAL

Engkau pernah menuliskan jejak
Di tanah air leluhur
Kekal dalam sejarah
Dikenang setiap perhelatan
Diratapi perempuan-perempuan penyusu
Kau sudah lupa?

 

Pertiwi pernah kau jadikan kanvas
Yang kau ubah menjadi hitam
Tempat melukis kekuatan dan kuasa
Dengan darah anak-anak bangsa
Dan air mata ibu belum kering
Meratap anak-anaknya yang hilang

 

Jejakmu di tanah leluhur
Adalah jejak bercak darah anak bangsa
Yang pernah kau singkirkan dengan paksa
Sebab teriakan hati nuraninya
Saat mereka turun ke jalan ibukota
Membuatmu mabuk dan setengah gila

 

Jejak yang engkau lukis akan tetap kekal
Sekalipun matahari kau jadikan mahkota
Dan bulan kau jadikan tahta
Biarpun engkau telah berganti wajah
Tapi sejuta perempuan masih berduka
Mengenal siapa penumpah darah anak-anaknya

 

Jejak yang engkau toreh di bumi pertiwi
Akan tetap kekal dan dikenang
Bahkan ketika engkau ada di singgasana
Atau setelah baring di liang lahat
Sebab darah orang tak berdosa
Akan terus berteriak minta keadilan

Denpasar, 14 Maret 2019

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SUATU PAGI DI CORNELIUS

SENJA DI KALI MADIUN

DOA MENJELANG PEMILU