AIR MATA SENTANI


Di lembah Sentani
Perempuan meratap azab
Lelaki kehilangan segalanya
Harta dan cinta
Jiwa dan raga 

 

Air gunung meradang
Lumpur bebatuan mengamuk
Hutan kehilangan keramahan
Adakah berbalas dendammu
Pada keculasan manusia?

 

Di lembah Sentani
Dinding bukit mencair
Tersumbat mencari jalan
Terhalang menemukan muara
Dan kematian taruhannya

 

Oh alam musim basah
Mengapa mendera tanah warisan?
Biarkan kami rebah di cinta-Mu
Berserah atas kuasa
Pasrah dalam kalut doa

Denpasar, 20 Maret 2019

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SUATU PAGI DI CORNELIUS

SENJA DI KALI MADIUN

DOA MENJELANG PEMILU