SI DUNGU


Oleh: Agust G Thuru

Si Dungu itu cahaya yang mati
Meski seperti kobaran api menyala dan membakar dengan ganas
Seperti bara yang membara tetapi tak bersinar cemerlang
Menghanguskan tapi mematikan diri sendiri

Si Dungu itu api unggun dari potongan-potongan tubuhnya sendiri
Yang meskipun hidup tetapi ia telah mati rasa
Terus menebar bau asap penuh kebohongan

 

Si dungu berteriak tentang kebenaran tanpa sadar ia sedang telanjang
Merasa duduk di tahta dan mabuk pujian
Dari tikus-tikus yang menyanjungnya dan menggiringnya ke perangkap

 

Sebentar lagi pesta akan usai dan si dungu akan ditinggalkan
Kehilangan panggung penuh kemegahan
Dan ia akan kesepian tanpa tepi waktu
Lalu mati dengan mewariskan catatan lucu-lucu tentang kedunguannya

Denpasar, 27 Maret 2019

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SUATU PAGI DI CORNELIUS

SENJA DI KALI MADIUN

DOA MENJELANG PEMILU