Malam ini hening dan aku merasa ada dalam dekap-Mu Ya Tuhan
Kurasakan tangan-Mu membelai rambutku dengan penuh kelembutan
Terasa aroma nafas-Mu seperti harum setanggi melati putih
Aku sujud di kaki salib-Mu dengan cucuran keringat penyesalan
Atas dosa-dosa yang menyangkal rahmat dan kasih karunia-Mu padaku
Malam segenggam doa pertobatan
Mengalir dari kedalamam batinku
Mendesah dalam katup jiwa yang menyerah pada-Mu
Oh Tuhanku hapuskan dosaku dengan bilur-bilur derita-Mu
Puaskan dahagaku dengan tetes-tetes darahmu
Sembuhkan luka hatiku dengan luka-luka tubuh-Mu
Aku merangkul malam yang semakin merangkak larut mendekat subuh
Bulan di langit akan segera tenggelam
Dan matahari akan menjelajahi bumi
Aku akan kembali ke kehidupan nyata
Jalan-jalan yang akan kulalui
seperti hari kemarin
Menawarkan kenikmatan yang
menyilaukan mata hati
Tuhan jangan biarkan aku terperangkap dalam ketakberadayaan
Sebab aku ini hamba-Mu yang lemah
Aku rebah di kaki salib-Mu ya Tuhan semesta kehidupan
Jemariku memagut luka-luka di kaki-Mu
Bola mataku mematuk dalam liang
lambung-Mu yang luka menganga
Aku berseru: Tuhan benamkan jiwaku pada luka lambung-Mu
Agar aku menjadi tahir dari segala kelemahan manusiawiku
Dan aku terbebas dari segala jerat
pencobaan
Karena Engkau menjadi andalanku
Aku merunduk pada salib-Mu
Membaca jalan penderitaan yang
Engkau lalui
Ketika pengadilan sesat mengharuskan Engkau menanggung dosaku dan harus wafat di kayu salib
Pada Golgota antara kaum pendosa
Ya Tuhan, aku berharap Engkau
memalingkan wajah-Mu padaku
Dan cukup berbisik: Hari ini engkau
bersama-Ku di Firdaus!
Aku pun Engkau sembuhkan
Malam ini pergumulan hidup menguji keteguhan imanku pada-Mu
Sebab ketika gelap berujung terang dan pagi menghadirkan banyak tawaran
Aku akan berselancar pada
deretan-deretan pesona kehidupan
Mendesakku dengan bisikan-bisikan penuh tawaran menggiurkan
Maka aku mohon pada-Mu ya Guruku
Jangan biarkan mata imanku
menjadi tumpul
Agar tetap kujadikan senjata untuk
berperang melawan diriku sendiri
Sebab tak ada musuh yang menyerangku di setiap waktu dan kesempatan
Karena musuh terbesarku adalah
diriku sendiri
Malam ini hening dan aku merasa ada dalam dekap-Mu ya Tuhan
Dalam simbahan penyesalan aku
rebah di kaki salib-Mu
Dan pada-Mu aku serahkan
seluruh harapan
Agar esok aku jauh lebih baik dari
yang kemarin.***
Oleh: Agust G Thuru
Denpasar, Maret 2019
Komentar
Posting Komentar