JEJAK DI KAMPUNGKU


Oleh: Agust G Thuru

Jejak kaki telah tertulis pada loka nua* para leluhur
Di lereng gunung yang entah siapa telah membaptis nama:Inerie!*
Di Maghilewa* senandung Teke* membangkitkan rindu
Pada mama-mama berbalut aroma sirih pinang
Dan bapa-bapa yang menghembus asap rokok daun lontar
Malam bulan terang meneguk gemericik tempurung tuak
Melahirkan persaudaraan dalam kesehajaan

 

Di kampung Jere* telah kutulis jejak telapak kecil pada ture nua*
Ketika pada masanya kami bertelanjangan
Mengejar bola anyaman daun pisang kering
Di bawah langit bening tanpa air mata
Menikmati dunia penuh persahabatan

 

Aku membaca jejak-jejak dalam gelora muda
Pada butir batu hitam di kampung Watu*
Gadis-gadis menaruh senyumnya pada telapak tangan
Hingga membekas meski waktu telah mengalir sangat jauh
Dan tak mungkin mengembalikan gelora muda seperti saat itu

 

Di Leke* malam perjumpaan bulan terang
Pernah tertulis kisah masa lalu
Gadis-gadis berambut panjang berlari mengitari ngadhu*
Bermain leleloka* saat bulan di langit tersenyum ramah

 

Ah, jejak-jejak yang terus membekas
Meski jarang kami kembali sekedar menghitung kembali
Masih adakah cinta pada tanah leluhur
Meski raga terbatas samudera luas

 

Aku mimpi malam syahdu merindu kesehajaan
Pada kampung-kampung roh leluhur
Yang sedang duduk di kawapere* 

Menangis di kesepian saat pintu Sa'o* tertutup rapat
Tanpa penghuni menyalakan api di likalapu*
Kampung-kampungku mendekap sunyi
Meski roh leluhur masih terus bersemedi
Dan mereka tak akan pernah mati

 

Denpasar, 10 April 2919

= Lokanua: Halaman kampung
= Inerie: Gunung di Ngada
= Maghilewa:
Kampung tradisional di lereng gunung Inerie
= Teke: Salah satu nyanyian disertai tarian adat
= Jere: Kampung tradisional di lereng gunung Inerie
= Ture nua: Susunan batu berfungi sebagai tangga
= Leke: Kampung tradisional di lereng gunung Inerie
= Ngadhu: Kayu adat lambang leluhur laki-laki
= Leleloka: Permainan saat bulan terang
= Kawapere: Lambang kebesaran rumah adat
= Sa'o: rumah
= Likalapu: Tungku api di rumah adat

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SUATU PAGI DI CORNELIUS

SENJA DI KALI MADIUN

DOA MENJELANG PEMILU