AIR KETUBANMU
Oleh: Agust G Thuru
Di Maghilewa aku menyusuri aliran air ketubanmu
Telah menjadi belukar menyatu dengan hawa gunung
Senyum ibu dari INERIE memanah
Aku rebah dalam alunan rindu
Ibu aku pulang pada puting susumu
Mendaras doa-doa dalam mimpiku
Angin sepoi berhembus dari pantai selatan
Menebar aroma laut Sawu
Menyatu pada ari-ari yang pernah membungkus tubuhku
Menebar bau cinta yang melesat
Dari rongga rahim perempuan pujaanku
Aku rebah di tanah leluhur
Mendengar bisikan penuh syahdu
Di sini anakku ya disini
Pada gulita malam kau menangis kedinginan
Dan aku menggigil rindu pada peluhmu
Di Maghilewa aku masih punya banyak waktu
Menggali potongan-potongan cinta
Yang meskipun sudah lama terkuburkan tak pernah musnah
Dan air ketuban dari rahimmu
Menyuburkan jiwa kelanaku
Aku rindu Maghilewa dan ketubanmu yang tak pernah kering
Denpasar, 9 Maret 2019
Komentar
Posting Komentar