Oleh: Agust G Thuru
Jika jumad agung darah-Mu tertumpah di Bukit Tengkorak
Itu darah penebusan yang mengaliri hati yang gersang
Seperti oase yang tak pernah kering di padang gurun
Meskipun kebencian pada-Mu tak pernah berakhir
Jika Minggu pagi makam-Mu kosong
Dan perempuan-perempuan menangis di liang kubur-Mu
Para malaikat membaca puisi tentang kebangkitan-Mu
Meredakan berita kebohongan jenasah-Mu digarong
Di Minggu pagi itu ya Tuhan
Di saat dunia merayakan Engkau bangkit
Di saat sama bau mesiu menyambut-Mu
Ledakan bom merobek tubuh-Mu
Darah-Mu dan darah hamba-hamba yang sujud berdoa
Menyatu dalam duka duniawi
Menjadi prahara kejahatan kemanusiaan
Minggu paskah Engkau ada di Gereja ratusan umat-Mu
Di kota Colombo mengidungkan syair tentang kebangkitan-Mu
Setelah itu Engkau dan tubuh para hamba-Mu remuk oleh kebengisan mereka yang hatinya telah mati
Tuhanku aku percaya
Darah-Mu di Minggu paskah
Menyatu dalam cangkir penyelamatan
Bersama-sama terbang melayang ke Firdaus
Dari sini doa kami untuk solider
Dengan saudara seiman di tanah Srilangka
Yang berkalung iman yang teguh pada-Mu
Denpasar, Minggu Paskah 2019
Komentar
Posting Komentar