SENJA MENYULAM BAJAWA

Senja menyulam Bajawa
Oleh: Agust G Thuru

Senja menyulam Bajawa
Yang terbalut kabut
Lampu-lampu kota yang muram
Menyongsong malam
Dalam gemetar napasnya

Ini Kota seribu aksara
Yang menyimpan jejak telapak
Meski waktu terus berlalu
Entah ada yang melupakan
Karena sejarah tak bisa kembali

Senja menyulam kota
Pada kabut yang menguap
Burung pipit merapat ke ranting bambu
Lalu menikam dengan matanya
Sambil senandung malam perih
Yang masih tersisa

Bajawa, 31 Juli 2019

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SUATU PAGI DI CORNELIUS

SENJA DI KALI MADIUN

DOA MENJELANG PEMILU