ANTARA YERUSALEM DAN YERIKO

Antara Yerusalem dan Yerikho
Oleh: Agust G Thuru

 

Di tepi jalan tubuhnya menggigil
Dingin menusuk seperti mata tombak
Terkapar ia dalam telanjang
Bersimbah darah dan bilur duka
Dalam diam membisu
Dirajam angin dan terik mentari

Imam berjubah putih bagai salju
Penunggang keledai perkasa
Menyusur tapak jalan
Antara Yerusalem dan Yerikho
Matanya terbuka jelajah kemewahan
Membiarkan tubuh sekarat dibelit angin
Sambil berteriak: Kau najis!

Kemudian hening mendera
Jerit derita berlalu sia-sia
Tak ada mata hati yang terbuka
Sekali pun sang Lewi berjubah kemilau
Bersua namun tanpa sejuk sapa
Berlalu dalam dekap angkuhnya
Sebab jendela hati telah tertutup rapat

Matahari pun senyum dalam senyap
Angin cinta berhembus gemulai
Tapak keledai sang Samaria
Melantunkan nada-nada cinta
Dan mengulurkan tangannya
Pada tubuh hamba yang sekarat
Bangunlah!
Aku mencintaimu!

Antara Yerusalem dan Yerikho
Aku belajar bagaimana cara bercinta
Cinta seluas dunia
Tanpa batas dan sekat-sekat
Tanpa syarat dan mahar
Sebab hidup adalah rahmat
Untuk saling berbagi

Denpasar, 14 Juli 2019

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SUATU PAGI DI CORNELIUS

SENJA DI KALI MADIUN

DOA MENJELANG PEMILU