Catatan Sepanjang Jejak


Oleh: Agust G Thuru

Di Batulumbung misteri itu tertulis
Anak yang dibuang dan dipungut
Tumbuh dalam timangan air baptisan
Mekar dalam asuhan roh Tuhan
Hidup dalam rotasi bulan dan matahari
Memahat kisah dari waktu ke waktu
Dan ayunan timangan sang ibunda
Akhirnya harus ia tinggalkan

 

Ibu, bolehkah aku menjadi benih
Untuk disemai di ladang garapan
Agar tumbuh menjadi diri sendiri
Yang tiba pada suatu ketika
Dengan jiwa besar penuh keberanian
Menjawab: Ya, ini aku utuslah aku!

 

Sang perempuan menarik nafas
Ia diam meresap segala pinta ananda
Menatap wajah putra tersayang
Tanpa tetesan butir air mata
Ada hentakan pedih perih ibunda
Pada bayang-bayang perpisahan
Sebab perjalanan yang ditawarkan
Adalah mengarungi lautan yang ganas
Pergi ke tanah seberang
Jauh dari pelukan jiwa dan raga

 

Ibu memahat doa dalam meditasi
Menemukan jawaban untuk ananda
Pergilah, pergilah anakku!
Sebab jika gema panggilan
Telah menyusup dalam sanubarimu
Tak seorang pun mampu menghadang
Dan kecupan Sang Ibu
Adalah bara membakar semangat
Dan tumpangan tangannya
Adalah gelora meringankan langkah

 

Laut engkau seberangi
Melewati gelombang seribu selat
Kapal tumpangan mencumbu laut biru
Ke pulau yang jauh
Ke tanah yang asing
Sejenak bertapa di lembah Sasa
Lalu kembali ke rahim tanah leluhur
Di Tuka pada cahaya Roh Kudus
Engkau catat satu episode
Tentang kisah panggilanmu

 

Ke tanah Jawa perjalananmu
Mesti lewat lika-liku melelahkan
Di lembah Tidar menantang angan
Menghabiskan waktu tanpa ragu
Dari senja berganti senja
Untuk tuntaskan episode kedua
Rentang jalan panggilanmu

 

Pada pangkuan ibu
Engkau mohon restu
Ibu, biarkan aku ke bukit Ledalero
Dan mata syahdu menatap
Perempuan membelai rambutmu
Ia tuangkan penyerahan
Dengan sentakan kata bertuah
Pergilah dan belajarlah setia!

 

Di bukit Ledalero
Pada kumpulan para pejuang
Yang mendengar panggilan-Nya
Engkau mengarungi hari-hari
Belajar memahami perbedaan
Menapak anak tangga panggilan
Membiarkan diri dijamah
Sambil berdoa agar menjadi pilihan

 

Jubah putih
Kaul demi kaul hingga kaul kekal
Tahbisan diakon di Ledalero
Dan di Babakan 9 Juli 1969
Urapan imamat menjadi kenyataan
Dan kini adalah kisah indah
Engkau telah mencapai 50 tahun
Di jejak jalan imamatmu
Sungguh indah rencana-Mu Tuhan!

Denpasar, 9 Juli 2019
Selamat Pesta Emas Imamat
Pater Servas

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SUATU PAGI DI CORNELIUS

SENJA DI KALI MADIUN

DOA MENJELANG PEMILU